Minggu, 24 Januari 2010

1 M untuk Renovasi Rumah?? wow!!

belom ada seminggu setelah saya post tulisan saya terakhir kemaren tentang komputer baru untuk anggota dpr, eh sekarang muncul lagi berita heboh. DPR kini menganggarkan dana setidaknya sebesar 400 milyar rupiah untuk melakukan renovasi di kompleks perumahan dinas anggota DPR. bagaimana tidak menimbulkan kontroversi, wong dana sebesar itu digunakan untuk merenovasi rumah sebanyak kuarang leih 500 unit. jadi, kalau dihitung-hitung, setiap rumah mendapatkan dana sebesar 700-900juta, dengan kata lain hampir 1 milyar rupiah digelontorkan untuk digunakan merenovasi tiap rumah dinas. wow!

para anggota dewan seolah tutup telinga di tengah realitas sosial masyarakat inonesia yang saat ini tengah menjerit karena himpitan kesulitan ekonomi yang melanda. kalau saja mereka lebih peka dan sensitif, harusnya dana sebesar itu dialihkan untuk mengantisipasi jumlah pengangguran yang diperkirakan akan melonjak pasca kesepakatan ACFTA. atau untuk kepentingan lain yang lebih urgent dan mendesak demi kempentingan rakyat.

Laptop Mewah Untuk Anggota Dewan


Untuk kesekian kalinya, para anggota DPR kembali mendapatkan fasilitas Mewah. Kali ini fasilitas yang didapatkan adalah berupa Komputer Laptop. Laptop ini dibanderol dengan harga 15 juta rupiah. Komputer Dell studio one dengan monitor 14 inch merupakan pengadaan yang dilakukan anggota dewan periode lalu dengan panitia anggaran.

Pemberian Laptop baru ini menimbulkan banyak sekali pertanyaan dan kontroversi di kalangan masyarakat. Pasalnya, komputer laptop Dell Studio One yang dibagikan kepada setidaknya 560 anggota DPR tersebut terasa lebih cocok untuk digunakan sebagai media desain grafis. Bahkan laptop ini lebih pas untuk main game ketimbang digunakan oleh pekerja kantoran seperti anggota DPR.

Kontroversi tak lepas sampai di situ. Betapa tidak, dari data harga laptop yang saya dapatkan langsung dari situs resmi Dell, diketahui bahwa harga laptop dengan spesifikasi tersebut hanya dibanderol mulai dari $699 hingga $1299. harga ini jika dirupiahkan tentu saja tidak mencapai harga 15 juta rupiah seperti yang anggarkan. Dari sinilah timbul dugaan adanya Mark-up harga untuk kepentingan sekelompok orang (baca : korupsi)

Berikut adalah spesifikasi Laptop Dell Studio One yang diberikan kepada para anggota dewan :

Pilihan Prosesor:
Intel® Pentium® Dual Core (5200, 5400)
Intel® Core 2 Duo (E7500, 8400)
Intel® Quad Core (Q8200)

Pilihan Operasi Sistem:
Genuine Windows® 7 Home Premium 64-Bit
Genuine Windows® 7 Professional 64-Bit
Genuine Windows Vista® Home Basic SP1 32-Bit

Pilihan Kapasitas Memory:
2GB2 Dual-Channel DDR2 SDRAM3 at 800 MHz - 2 DIMMS
3GB2 Dual-Channel DDR2 SDRAM3 at 800MHz - 2 DIMMS
4GB4 Dual-Channel DDR2 SDRAM3 at 800MHz - 2 DIMMs

Pilihan Kapasitas Hardisk:
320GB5 - 7200RPM, SATA 3.0Gb/s, 16MB Cache
500GB5 - 7200RPM, SATA 3.0Gb/s, 16MB Cache
750GB - 7200RPM, SATA 3.0Gb/s, 16MB Cache

Pilihan Drive optikal:
DVD Writer
Blu-Ray Combo drive

Kartu grafis:
Kartu grafis onboard dengan dukungan High-Definition
Kartu grafis add-on dengan Chip Nvidia atau ATI

Monitor:
18.5" 16:9 WXSGA, CCFL (1366x 768)

Wireless Keyboard & Mouse

7-in-1 Media Card Reader

Sabtu, 23 Januari 2010

Punk Muslim, Komunitas Nasyid yang "Underground"

Beberapa waktu yang lalu, saya menonton program “Safara” di Trans TV. Waktu itu yang dibahas adalah tentang komunitas punk islam. Hem, agak aneh memang waktu pertama kali denger, tapi ternyata memang ada loh.

Yup salah satu komunitas punk islam yang masih eksis di Indonesia adalah komunitas yang menamakan diri mereka Punk Muslim.

Komunitas yang berdiri sejak 3 tahun lalu ini, digagas oleh Budi Khoironi, yang akrab dipanggil Buce. Pilihan Buce untuk hidup di jalanan adalah pilihan untuk menyentuh objek dakwah yang tak pernah disentuh, yaitu anak-anak jalanan. Keprihatinan dan kesukaan Buce terhadap musik dan kesenian dituangkannya dalam sanggar kesenian bernama Warung Udix Band, sekitar 8 tahun lalu. Di sanggar inilah, anak-anak jalanan berkumpul untuk latihan band sekaligus belajar mengaji. Pada Mei 2007. Buce meninggal karena kecelakaan lalu lintas. Sebelum meninggal, Buce telah menitipkan amanah untuk membimbing dan mengasuh komunitas punk dan anak jalanan tersebut kepada Ahmad Zaki.
Bergaul dengan komunitas punk dan anak jalanan tak semudah yang dibayangkan. Pada awalnya, Zaki pun tidak diterima oleh komunitas punk tersebut, tapi dengan usaha yang keras, Zaki dapat melanjutkan tongkat estafet dari Buce yang diembankan kepadanya. Kuncinya hanya satu, Zaki selalu mengingat pesan Buce untuk tidak menggunakan bahasa-bahasa yang terlalu elit dan bersifat menggurui kepada komunitas itu. Walhasil, dalam percakapan, kata lu-gue sudah jadi unsur wajib dalam bahasa yang mereka gunakan selayaknya sahabat, bukan antara guru dengan murid.
Punk Muslim beranggotakan Ambon, Asep, Mongxi, dan Lutfi. Dahulu, Buce sempat menjadi vokalis Punk Muslim sebelum dia wafat.. Punk Muslim telah mengeluarkan album pertama bertajuk Soul Revolution dan sebanyak 1000 kaset album tersebut dibagikan gratis kepada para peminat band yang beraliran campur-campur ini: ngepunk, ngerapp, bahkan kadang etnik.
Dalam situs resminya di http://punkmuslim.multiply.com/ disebutkan bahwa

“Punk Muslim mencoba untuk menjalankan perintah seperti, 'sampaikanlah walau cuma satu ayat', 'saling ingat mengingatkanlah kalian dalam kebaikan', atau ribuan perintah-perintah yang lain, dan kami ini baru satu, dua atau tiga saja yang bisa kami kerjakan, Dan kami ini mengkhususkan untuk menyampaikan kepada diri kami sendiri dan merangkul kawan-kawan Punk yang terlanjur nge-Punk”

“Kami tidak melawan mereka (punkers), yang kami lawan adalah sebuah konsep atau sistem yang membuat mereka seperti yang terlihat sekarang, melawan pembiasan makna kebebasan yang ekstrim dan terlampau mengada-ada, dan melawan dasar mereka turun kejalanan entah karena broken home atau sebab lain.”

“Muslim adalah sebuah subyek, dan Punk hanya sebuah object, terlepas dari letak susunan kata subyek dan object, “punk muslim” atau “muslim punk”.
Kami ini hanya sebuah anti-tesis. Mencoba membuat dialektika dalam punk itu sendiri. Kami bukan punk islam atau islam punk, kami Punk Muslim. “


Punk Muslim juga dijuluki Nasyid Underground karena aliran musiknya yang banyak menyuarakan syair Islami tapi dengan gaya punk. Alhamdulillah, seiring berjalannya waktu, banyak kalangan yang dapat menerima gaya bermusik Punk Muslim hingga permintaan albumnya pun membludak. Kini, Punk Muslim sedang merampungkan album kedua.
Zaki sebagai pengasuh Punk Muslim pun melakukan berbagai variasi kegiatan untuk komunitas ini, seperti mabit tiap dua bulan sekali, tafakur alam setiap tahun, dan rekrutmen. Selain kegiatan tersebut, Punk Muslim juga kebanjiran agenda silaturahim, bulan lalu, Punk Muslim jaulah ke komunitas punk di Indramayu yang juga merasakan hidayah untuk kembali ke Islam dengan meneladani Punk Muslim di Jakarta.
Punk Muslim telah manggung di beberapa mal dan kampus, seperti Pangrango Plaza, Margo City, ITC Cempaka Mas, Univ. Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Univ. Negeri Jakarta. Selain itu, Punk Muslim juga melayani permintaan untuk pentas di komunitas punk, sekolah-sekolah, dan pengajian rutin.
Yah, dari Punk Muslim ini kita dapat belajar satu hal bahwa Musik adalah sebuah hal yang sifatnya Universal, untuk semua kalangan dan “No Boundaries”. Dua hal yang sebelumnya seakan bertentangan dan mustahil disarukan ternyata mampu berjalan beriring bersama dalam melakukan perubahan bagi lingkungan masyarakat. Dan hal itu dapat terwujud melalui media musik.
Berikut ini ada salah satu video demo dari Punk Muslim yang diuplod di Youtube



Sumber :

http://www.youtube.com/watch?v=GIPrILRleoM

http://punkmuslim.multiply.com/
http://www.eramuslim.com/berita/silaturrahim/punk-muslim-ketika-idealisme-punk-melebur-dengan-islam.htm

Jumat, 22 Januari 2010

TAKE ME / HIM OUT INDONESIA DAN URGENSI PERNIKAHAN BAGI PEREMPUAN

Salah satu reality show yang sedang naik daun dan sedang menjadi banyak perbincangan di kalangan masyarakat pemirsa televisi adalah Take Me/Him Out Indonesia yang ditayangkan oleh stasiun televisi Indosiar. Dalam press releasenya yang diterbitkan secra online di http://www.takemeoutindonesia.com/press.php?tid=9, disebutkan bahwa Take Me Out Indonesia hadir dengan nuansa baru reality yang fresh, benar-benar menghibur  dan mencoba untuk menjadi program yang se-natural mungkin. Pada episode perdana Take Me Out Indonesia berhasil menembus rating 4.2 dengan share 22. Dan untuk minggu kedua, Take Me Out Indonesia menduduki peringkat ketujuh dari keseluruhan program (top 100) dan bersaing pada posisi dua setelah Termehek-mehek untuk kategori program reality show. Rating-nya adalah 5,2 dengan share 27, head to head dan mengalahkan The master season 3 pada jam itu.
Sebagai program reality show yang fresh, Take Me Out Indonesia menawarkan program kencan yang natural, dengan kreatif yang lucu, mengharukan, dan membuat penasaran. Meski para kontestan, baik wanita maupun pria yang ikut di dalamnya melalui proses audisi yang cukup ketat, namun identitas dan karakter yang mereka miliki adalah seperti mereka apa adanya.
Acara yang mulai ditayangkan sejak 19 Juni 2009 ini langsung mendapat perhatian penonton TV di Indonesia. Acara yang ditayangkan di Indosiar ini merupakan lisensi dari FremantleMedia dan acara perjodohan atau dating show dengan kombinasi format show dan reality show pertama di Asia. Take Me Out adalah sebuah program televisi yang lisensinya dipegang FremantleMedia. Di Indonesia Take Me Out tayang di Indosiar. Ini merupakan penayangan pertama kalinya di Asia. Di sini para lajang usia 20 – 40 akan menemukan pasangan hidupnya. Program Take Me Out sendiri hadir di Indosiar selama satu jam, setiap Jumat malam dipandu oleh Host yang dijuluki The Heartrob, Choky Sitohang.
Dari hasil survei terakhir AGB Nielsen terhadap penonton TV usia 5 tahun ke atas di 10 kota besar Indonesia, Take Me/Him Out Indonesia menempati posisi teratas program acara TV yang paling banyak ditonton selama bulan September dengan rating 7,9%, diikuti dengan Termehek-Mehek TransTV rating 5,9% dan Para Pencari Tuhan 3 Bedah SCTV dengan rating 5,2%. (http://www.kpi.go.id/index.php?etats=detail&nid=1405)
Dalam program pencarian jodoh ini, penulis menemukan beberapa teks yang terkesan mendiskreditkan perempuan , baik yang terlibat dalam acara ini, maupun perempuan secara luas. Satu yang paling menonjol adalah penggunaan judul yang menempatkan perempuan sebagai obyek. Lihat saja kalimat Take me out untuk acara yang menampilkan 30 perempuan yang mencari pria untuk dijadikan pasangan hidup.
Kemudian, Indosiar mengeluarkan format acara serupa yang konsepnya merupakan kebalikan dari konsep Take me out, yaitu kini sang wanita yang diharuskan unjuk gigi dihadapan 30 pria yang berdiri di belakang podium, lagi-lagi perempuan yang dijadikan obyek. Hal ini dapat dilihat dari penggunaan judul yang lagi-lagi mengesankan perempuan sebagai pihak yang “membutuhkan” yaitu Take Him Out.
Kedua teks ini jelas ditujukan kepada perempuan. Perempuan ditempatkan sebagai subordinan, sementara Laki-laki dikonstruksikan sebagai pihak yang merasa “dibutuhkan”dan bersifat dominan.
Penindasan perempuan dalam program ini terlihat jelas ketika perempuan diskreditkan sebagai pihak yang memang mebutuhkan seorang laki-lakidalam mendampingi hidupnya. Ketika sistem patriarki begitu tertanam dalam suatu masyarakat, maka perempuan akan selalu menjadi korban. Perempuan dalam program tersebut, meskipun tidak diharuskan atau diwajibkan dalam sebuah aturan tertulis, namun ketika harus bersaing dengan 30 perempuan dalm waktu yang sam, maka dia dituntut untuk tampil maksimal. Maksimal dalam artian harus tampil secantik mungkin hanya untuk menarik lawan jenis untuk memilinhya menjadi pasangan.
Sehingga paham feminisme radikal libertarian terasa lebih tepat untuk dijadikan landasan teori dalam pembahasan tulisan ini. Aliran feminisme radikal muncul sejak pertengahan tahun 1970-an di mana aliran ini menawarkan ideologi "perjuangan separatisme perempuan". Pada sejarahnya, aliran ini muncul sebagai reaksi atas kultur seksisme atau dominasi sosial berdasar jenis kelamin di Barat pada tahun 1960-an, utamanya melawan kekerasan seksual dan industri pornografi. Pemahaman penindasan laki-laki terhadap perempuan adalah satu fakta dalam sistem masyarakat yang sekarang ada. Dan gerakan ini adalah sesuai namanya yang "radikal".
Aliran ini bertumpu pada pandangan bahwa penindasan terhadap perempuan terjadi akibat sistem patriarki. Tubuh perempuan merupakan objek utama penindasan oleh kekuasaan laki-laki. Oleh karena itu, feminisme radikal mempermasalahkan antara lain tubuh serta hak-hak reproduksi, seksualitas (termasuk lesbianisme), seksisme, relasi kuasa perempuan dan laki-laki, dan dikotomi privat-publik. "The personal is political" menjadi gagasan anyar yang mampu menjangkau permasalahan prempuan sampai ranah privat, masalah yang dianggap paling tabu untuk diangkat ke permukaan. Informasi atau pandangan buruk (black propaganda) banyak ditujukan kepada feminis radikal. Padahal, karena pengalamannya membongkar persoalan-persoalan privat inilah Indonesia saat ini memiliki Undang Undang RI no. 23 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (UU PKDRT).
Perempuan sebenarnya diberikan kebeasan untuk memilih apakah dia memilih untuk menikah ataupun tidak. Namun banyak dari mereka yang akhirnya “menyerah” tuntutan masyarakat. Tidak dipungkiri, ketika seorang perempuan memilih untuk melajang, dia akan mendapat stereotip yang buruk di mata masyarakat. Menurut pandangan feminis radikal libertarian, lingkungan masyarakat yang mendukung ideologi patriarkal telah menempatkan perempuan sebagai subordiat, serta terpisah dari ranah publik. Posisi perempuan, apalagi jika telah diperistri oleh seorang laki-laki adalah di luar dunia kerja, poltik dan kebudayaan. Sebaliknya, mereka (perempuan bersuami) ditempatkan di ranah privat. Di dalam rumah tangga, keluarga dan berhubungan seorang laki-laki saja.
Konsekuensi lain dari seorang perempuan yang memilih menikah, dan menjadi seorang istri ialah, bahwa dia harus siap untuk memiliki anak dan menjadi seorang ibu. Sistem patriarkal mengkonstruksikan anggapan bahwa menjadi seorang ibu adalah sebuah pekerjaan yang mulia. Seorang wanita karier dengan begitu mudahnya mau untuk menjadi seorang ibu jika ia sudah berkeluarga. Jika sudah deminkian, maka kehidupannya hanya akan berkutat di ranah domestik. Mengurusi keluarga, melayani suami dan merawat serta memberikan pendidikan kepada anak-anaknya.
Dalam masyarakat manapun, posisi seorang “ibu” sangatlah penting. Bagaimana tidak, segala urusan privat berada dalam kewenangannya. Namun tetap posisi seorang ibu dalam masyarakat patriarkal hanyalah berada di bawah suami yang menjadi pihak yang dominan. Bahkan tidak jarang istri dan ibu dari ank-anaknya ini begitu elanya melakukan pekerjaan dan melakukan segala sesuatu yang bukan dilakuakan untuknya, namun untuk orang lain tanpa adanya imbalan yang memadai.
Tidak jarang, seorang perempuan menjadi kehilangan identitas dirinya ketika ia sudah sampai pada status sebagai seorang ibu. Waktunya selama seharian penuh selalu diperuntukkan bagi orang lain. Entah itu anak-anaknya, suami, mertua, bahkan kakak ipar dan kerabat yang lain.ann Oakley, seorang pakar perempuan mengatakan bahwa kunci untuk mengerti mengapa perempuan begitu tidak bahagia dan depresisetelah memasuki masa kehidupan berkeluarga adalah karena adannya perasaan kehilangan secara social dan psikologis. Belum lagi jika menjadi ibu juga berarti mempunyai konsekuensi turunan berupa keharusan kehilangan pekerjaan, status dan kebebasan serta privasi.
Dalam buku “Feminisme : Untuk Pemula” karangan Marisa Rueda disebutkan bahwa menjadi ibu dalam masyarakat kita begitu dipuji, namun dalam kehidupan nyata, mereka mengalami nasib yang buruk akibat kelebihan beban pekerjaan dan kurang tidur serta tidak mendapatkan bantuan dari masyarakat.
Seorang novelis dan feminis asal Inggris Mona Caird pernah meyebut bahwa “ menjadi ibu dalam kondidi social saat ini merupakan tanda sekaligus cap, merupakan alat sekaligus metode untuk megikat perempuan. Mejdai ibu merupakan rantai yang dikenakan pada darah daging perempuan; hal ini akan mengacaukan rasa kecintaan dan nalurinya”
Dalam era yang segala sesuatu dinilai dengan materi, pekerjaan seorang ibu justru tidak diberikan nilai nominal yang sepadan. Berbeda dengan laki-laki yang menjadi seorang suami, dimana mereka melakukan segala urusan public bagi keluarganya. Para lelaki diberikan upah dan insentif sesuai dengan apa yang telah dikerjakannya. Dan hal ini dengan secara sadar dibiarkan oleh para perempuan dan istri di masyarakat kita. Malahan, mereka akan merasa bahwa jika hal itu terjadi (perempuan digaji untuk menjadi istri dan ibu) maka ia merasa telah menjadi istri dan ibu yang tidak baik.
Padahal, sesungguhnya, perempuan yang menjadi seorang ibu dan membesarkan anak-anaknya, dan secara ekonomis bergantung kepada laki-laki, menjadi merasa bukanlah manusia yang selayaknya. Bagaimana tidak, meski laki-laki bias saja mengklaim bahwa mereka berperan dalam pengasuhan anak, namun setidaknya 90 % dari semua pengauhan anak masih dibebankan di pundak perempuan baik yang bekerja penuh maupun paruh-waku maupun oleh para pengasuh anak yang harus mengurusi problematika orang lain.
Dalam sebuah keluarga, system patriarchal memisahkan peran-peran domestic dan public berdasarkan jenis kelamin dan jender. Bahkan dalam peribahasa, dikatakan bahwa seorang istri itu hanya berperan di tiga area. Ketiganya adalah dapur, sumur, dan kasur. Kesemuanya adalah ranah privat. Hal itulah yang menyebabkan JS Mill meyakini bahwa “sifat-sifat” laki-laki dan peempuan seperti yang kita lihat sekarang merupakan sesuatu yang dikonstruksikan secara artificial sepenuhnya. Atau dengan kata lain perbedaan “sifat-sifat” antar jenis kelamin ada karena adanya perbedaan yang dibangun, diajarkan dan disebut sebagai “pekerjaan/area/milik” laki-laki sebagai seorang suami ayah, dan “pekerjaan/ area lain menjadi milik perempuan sebagai istri dan ibu.
Feminis radikal kultural yakin bahwa sumber utama kekuatan perempuan ada pada kekuatan mereka untuk menghadirkan kehidupan baru. Bagi feminis radikal kultural, kunci pembebasan perempuan adalah dengan menghapuskan semua institusi patriakal termasuk institusi keluarga. Hal ini berbeda dengan aliran Radikal Libertarian.
Jika Feminis Radikal Kultural menolak pernikahan karena adanya konsep motherhood yang mensubordinasi perempuan, maka Femini Radikal Libertarian justru mendukung adanya institusi keluarga dan pernikahan bagi seorang perempuan. Argument ini berkaitan erat dengan kekhususan yang dimiliki oleh seorang perempuan berupa organ reproduksi..
Perempuan adalah mahkluk yang paling penting dan memegang kendali kehidupan dengan adanya alat reproduksi di dalam tubuhnya. Keunikan fisik tubuh perempuan yang memiliki payudara yang besar (karena hormon progesteron), menstruasi dan rahim sebagai alat reproduksi, yang tidak dimiliki oleh laki-laki, justru merupakan ”kekuatan” bagi perempuan. “Kekuatan” inilah yang kemudian disinyalir menjadi dasar opresi laki-laki terhadap perempuan. laki-laki ingin ”merampas kekuatan” perempuan, dengan menciptakan kehidupan yang tidak harmonis yang dapat dimulai dari kehidupan keluarga dan mayarakat.
Dengan “kekuatan” yang dimilikinya, perempuan memiliki posisi tawar yang cukup kuat. Dengan segala kelebihan nya, seharusnya perempuan memiliki sifat androgini, sebagaimana laki-laki. Perempuan harus mampu memilih sendiri dan melakukan seleksi terhadap para lelaki sehingga hanya yang terbaiklah yang layak untuk menjadi pasangannya kelak. Institusi perkawinan adalah salah satu alternatif yang dapat dipilih oleh perempuan sebagai sarana untuk mengembalikan kehidupan dan kekuatan perempuan yang sesungguhnya. Penentuan kehamilan, jenis kelamin anak, masa depan pengasuhan, model pengasuhan, merupakan point penting untuk dijadikan alat bargainning sebelum menikah.
Argument feminis libertarian yang mendukung pernikahan (terutama pada usia tertentu yang dikatakan ideal) adalah menyangkut kesehatan reproduksi tersebut. Seperti telah dijelaskan di atas, bahwa terdapatnya organ reproduksi pada diri perempuan dapat menentukan kembai posisi perempuan yang sempat teropresi oleh laki-laki.
Ketika membicarakan tentang sebuah pernikahan maka kan muncul pertanyaan tentang berapa usia ideal bagi seseorang, terutama bagi permpuan untuk menikah. Usia ideal untuk menikah adalah usia dimana seseorang telah dianggap matang, baik secara emosi maupun sosial. Bila ditinjau dari segi fisik, seorang telah dianggap mampu untuk menikah dan berketurunan antara usia 17-20 tahun.
Pada perempuan, proses pematangan organ-organ reproduksi dimulai ketika perempuan tersebut sudah mendapatkan haid pertamanya atau dikenal juga dengan istilah menarche dan akan mencapai kondisi yang optimal ketika siklus haidnya sudah "relatif" stabil (sekitar 25-32 hari atau rata-rata 28 hari). Organ-organ reproduksi yang lain (payudara, rambut pubis, dan lain-lain) juga akan berkembang yang secara fisik dapat dilihat secara kasat mata. Tidak adanya keluhan yang berlebihan ketika menjelang haid, pada saat haid, atau sesudah haid. Dan lain-lain..
Reproduksi adalah keunikan khas yang dimiliki perempuan. Tidak seperti laki-laki, perempuan mengalami proses reproduksi meliputi kehamilan, kelahiran dan menyusui. Namun kemudian muncul pertanyaan mengenai berapa usia ideal untuk melahirkan anak pertama dan usia berapa ldealnya seorang perempuan dikatakan aman untuk memiliki bayi. Secara umum, perempuan secara medis dikatakan aman jika mengalami kehamilan pertama pada usia kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun.. Sekalipun seorang gadis telah mampu hamil setelah mendapatkan haid yang pertama. Kehamilan yang terjadi di luar usia tersebut, dapat dikategorikan sebagai kehamilan yang beresiko tinggi.
Kehamilan pada usia lanjut memiliki banyak risiko medis yang dapat terjadi baik pada ibu maupun pada bayinya. Beberapa risiko yang dapat terjadi pada kehamilan usia di atas 40 tahun, secara teoretis dapat ditanggulangi (misalnya hipertensi, diabetes, kelainan letak, perdarahan), namun risiko untuk mendapat anak yang cacat meningkat sekitar 4 kali lipat pada usia 40 tahun dan sampai saat ini belum dapat dilakukan intervensi.
Dukutip dari Mediasehat.com
Ada beberapa masalah yang sering ditemukan dokter pada wanita hamil dengan usia di atas 35 tahun, seperti diabetes gestational (diabetes yang muncul pada saat kehamilan), tekanan darah tinggi dan juga masalah-masalah pada janin. Wanita hamil dengan usia yang lebih tua juga akan lebih sering mengalami masalah pada kandung kemih dibandingkan wanita hamil dengan usia yang lebih muda. Resiko-resiko lainnya adalah resiko keguguran lebih besar, lebih banyak yang melahirkan melalui operasi Caesar karena kondisi yang tidak memungkinkan untuk melahirkan secara normal, dan juga memiliki resiko lebih tinggi melahirkan bayi cacat.
Saat berusia akhir 30-an, wanita cenderung mengalami kondisi-kondisi medis berkaitan dengan sistem reproduksi, seperti fibroid uterine dan tumor otot. Fibroid uterine adalah pertumbuhan sel otot atau jaringan lain di dinding uterus, membentuk tumor. Fibroid uterine dan tumor otot bisa menimbulkan rasa nyeri atau perdarahan vagina saat kehamilan berkembang. Jika wanita tersebut hamil di atas usia 40 tahun, tingkat keparahannya bahkan lebih berat lagi. Problem-problem tadi bisa bertambah dengan adanya hemoroid (wasir), inkontinensi (kesulitan menahan keluarnya urin), varises, problem-problem pembuluh darah, nyeri otot, nyeri punggung, dan juga proses melahirkan yang lebih sulit dan lebih panjang.
Selain resiko melahirkan bayi dengan Sindroma Down, resiko keguguran dan melahirkan dengan operasi Caesar, wanita hamil berusia di atas 35 tahunan juga memiliki resiko bayi meninggal saat dalam rahim atau saat proses melahirkan. Walaupun resiko ini ada di setiap usia kehamilan, namun pada wanita dengan usia 35 tahun ke atas, resiko ini lebih besar, yaitu 7 dari 1000 kehamilan.

Setelah memasuki usia 40 ke atas, Perempuan akan mulai mengalami fase yang disebut sebagai Menopause. Menopause adalah berhentinya secara fisiologis siklus menstruasi yang berkaitan dengan tingkat lanjut usia perempuan. Seorang wanita yang mengalami menopause alamiah sama sekali tidak dapat mengetahui apakah saat menstruasi tertentu benar-benar merupakan menstruasinya yang terakhir sampai satu tahun berlalu
Pada wanita, masa perubahan ini ditandai dengan berhentinya rutinitas bulanan dan hilangnya kemampuan untuk berketurunan. Sementara pada suami, tidak ditemukan ada yang berhenti secara mendadak dan tidak ada gejala-gejala fatal, baik secara fisik maupun emosi. Biasanya, penurunan aktifitas seks terjadi sebagai akibat dari penurunan kemampuan fisik dan emosinya, yang sebagian merupakan akibat dan faktor-faktor sosial dan psikologis.
Argument pendukung dari feminis radikal libertarian adalah bahwa ketika system patriarkal begitu solidnya bercokol di dalam masyarakat kita, maka yang harus kita lakukan bukanlah melakukan perlawanan secara ekstrim dan selau melakukan penolakan. Namun, feminis aliran radikal libertarian merasa bahwa system yang suudah ada bukannya harus dihilangkan atau ditambahai, melainkan haruslah dikoreksi.
Pada bagian inilah, peran Undang-Undang Perkawinan sangat penting. Apa yang dibutuhkan oleh perempuan yang akan da telah berkeluarga adalah dilegalisasinya Undang-Undang yang lebih banyak berpihak pada kesetraaan hak, dan mengaeliminasi subordinasi perempuan dalam masyarakat patriarkal ini.
Selama ini, feminis dari berbagai aliran selalu menggugat apa yang menjadi isi dari Undang-Undang Perkawinan di Negara kita. Hal ini tidak lain adalah karena adanya ketidakadilan jender dalam hokum sipil di Negara kita. Sekalipun sudah 28 tahun meratifikasi CEDAW (Convention Elimination Discrimination Againts Women), kenyataannya banyak peraturan perundang-undangan di Indonesia yang belum sejalan dengan kesepakatan CEDAW. Salah satu contohnya adalah Undang-Undang Perkawinan. Di dalamnya masih banyak pasal yang diskriminatif terhadap perempuan. Pun, Indonesia disorot karena cukup banyak hak perempuan yang belum dilindungi dan diakomodasi dalam undang-undang.
dari uraian yang dijelaskan di atas, terdapat sebuah konklusi utama yang bisa kita tarik, yaitu bahwa Menikah bagi sebagian perempuan adalah hal yang selalu dinantikan dan diimpikan. Tidak jarang, perempuan seolah telah merancang sendiri apa yang akan dilakukan atau paling tidak seperti apa konsep pernikahan yang akan dipakinya nanti kelak ketika telah menemukan seseorang yang cocok dengannya. Namun bukan tidak sedikit perempuan yang harus sedikit bersabar untuk menemukan pasangan terbaiknya. Hingga pada masa usia tertentu, masyarakat mulai melancarkan serangan diskriminatifnya kepada perempuan itu. System patriarkal yang tertanam di masyarakat melakukan opresi dan subordinasi terhadap perempuan yang belum menikah.
Take Me/Him Out Indonesia sebagai media untuk menemukan pasangan hidup diterbitkan oleh sebuah rumah produksi yang mengetahui potensi pasar di bidang ini. Biro jodoh. Program televisi dengan Tagline “tetaplah berusaha tenukan cinta sejatimu ini” menarik perhatian masyarakat pemirsa televise Indonesia. Terlepas dari segala kontroversi dan perdebatan yang menyelimutinya, sebenarnya ada dua hal yang patut digarisbawahi dari analisis ini. Bahwa pernikahan adalah sebuah hal yang sacral dimana pelakunya bersedia untuk membentuk sebuah institusi keluarga di tengah-tengah masyarakat. Pernikahan juga bukanlah hal yang menjadi keharusan bagi perempuan. Feminis radikal cultural mensyaratkan untuk meniadakan institusi atau lembaga perkawinan dan keluarga untuk menghilangkan system patriarki yang sudah demikian mengakar.
Di lain pihak, feminis radikal libertarian memberikan keterbukaan bagi pengikutnya untuk dapat memilih untuk menikah atau tidak. Mereka beralasan bahwa yang harus dibenahi dari institusi keluarga dan perkawinan adalah Undang-Undang Perkawinan (KUHPerdata dan UU No1 tahun 1974) yang masih menerapkan standar ganda dan ketidak setaraan jender di muka hukum sipil, bukannya justru tidak mengakui lembaga perkawinan yang sacral dan institusi keluarga yang ada dalam masyarakat.
DAFTAR RUJUKAN
Buku
Arivia, Gadis.2006.Feminisme: Sebuah Kata Hati. Jakarta. Kompas Media Nusantara
Tong, Rosemarie Putnam. 2004. Feminist Thought : Pengantar Paling Komprehensif kepada Arus Utama Pemikiran Feminis. Jakarta . Jalasutra.
Watkins, Susan Alice; Marissa Rueda dan Marta Rodriguez. 2007. Feminisme: Untuk Pemula. Yogyakarta. Resist Book.

Internet
Diakses Pada 11 November 2009 Pkl. 18.00 wib
TELEVISI WASTA DI ERA REFORMASI TERUTAMA MENJELANG 2010 http://ryannk.multiply.com/journal/item/6/TELEVISI_SWASTA_DI_ERA_REFORMASI_TERUTAMA_MENJELANG_2010
http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_stasiun_televisi_di_Indonesia
http://www.indosiar.com/program/resensi/69219/reality-show-yang-improved-di-layar-kaca
http://www.kapanlagi.com/h/0000208495.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Acara_realitas
http://www.takemeoutindonesia.com/press.php?tid=9
http://id.wikipedia.org/wiki/Feminisme
ALIRAN-ALIRAN FEMINISME http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/message/2736
Wiwik Sushartami. Perempuan dan Media Massa http://www.asmakmalaikat.com/go/artikel/gender/gender6.htm
`http://www.asmakmalaikat.com/go/artikel/gender/gender2.htm
http://www.mediaindonesia.com/mediaperempuan/index.php/read/2009/08/29/2053/12/10-Alasan-Terburuk-untuk-Menikah
http://luvjoy.blogdetik.com/2009/03/24/kalau-perempuan-belum-mau-berkomitmen/
Diakses Pada 17 Januari 2010 pkl. 20.00 wib
http://bibilung.wordpress.com/2008/07/14/sudah-menopause-bisa-hamil/
http://www.forumbebas.com/printthread.php?tid=29604
http://74.125.153.132/search?q=cache:fkfg4XKEbDwJ:ariyana.wordpress.com/2007/06/04/teori-feminis-radikal/+libertarian+menikah+feminis&cd=4&hl=en&ct=clnk
http://www.infoibu.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=91
http://mediasehat.com/artikel.php?kl=4&no=97
Dewi Setyarini. Banyak Pasal yang Diskriminatif dalam UU Perkawinan http://www.jurnalperempuan.com/index.php/jpo/comments/banyak_pasal_yang_diskriminatif_dalam_uu_perkawinan/

Kamis, 31 Desember 2009

Harapanku, Harapan Kita Semua, Untuk Indonesia...

Begitu banyak kejadian yang menimpa negeri ini setahun belakangan. Berbagai bencana alam masih mendera, gemba bumi, longsor, banjir masih melekat di bahu ibu pertiwi. Kemiskinan, ketidakadilan, korupsi, kriminalitas, penindasan terhadap kebebasan dan ketidakpastian hukum belum mau beranjak dari negeri ini. Sempitnya lapangan kerja, pengangguran, dan suramnya masa depan masih menggelayut di sanubari anak negeri.


Namun, saya dan kita semua tidak boleh putus asa dan harus selalu bermimpi untuk masa depan yang lebih baik. Karena harapan akan selalu ada.


Senja baru 2010 segera menyingsing. Berbagai harapan tercurah di tahun yang baru.

Semoga tak ada lagi orang miskin yang tidak dapat mengenyam pendidikan dan menikmati fasilitas kesehatan yang berkualitas.

Semoga tak ada lagi pembungkaman terhadap kebebasan warga negara untuk menyuarakan pendapatnya di berbagai media massa.

Semoga tidak ada lagi koruptor dan mafia peradilan yang berkeliaran dengan bebas hingga ke luar negeri sementara mereka yang mencuri karena lapar harus meringkuk di tengah lembabnya dinding sel penjara.

Semoga tidak ada lagi sarjana yang kebingungan dalam berkarir karena sempitnya lapangan kerja.

Semoga mereka yang tertimpa bencana mendapat kompensasi yang layak dari pemerintah untuk ketidakberdayaan mereka menghindarinya.


Semoga saja. Itu semua bisa terwujud. Dan saya yakin kita bisa, jika kita mau berusaha dan tak berhenti berdo'a.aminn...

salam,,
*dan aku pun Semakin Tahu..*

Dimas AF D2c007022

Selasa, 29 Desember 2009

Ayu Azhari for Wakil Bupati??

Kancah perpolitikan dalam negeri nampaknya akan kembali kedatangan seorang pendatang baru dari dunia entertainment. Ya, satu lagi selebriti nasional akan meramaikan bursa pemilihan kepala daerah. Dia adalah Ayu Azhari, aktris senior yang sudah sipastikan akan maju sebagai kandidat wakil bupati dalam pemilihan kepala daerah di Kabupaten Sukabumi pada 2010 mendatang. Dengan PDI-P sebagai kendaraan politiknya, Ayu Azhari dipastikan akan mendampingi Dr Heriyanto yang didaulat menjadi calon Bupati Sukabumi periode 2010-2015.



Ayu Azhari memang bukan orang pertama dari kalangan selebriti yang menjajal keberuntungan untuk duduk di kursi pemerintahan. Sebelumnya terdapat nama-nama pesohor lain yang tercatat pernah melakukan hal serupa.

Sebut saja Dede Yusuf yang mendampingi Heriawan untuk maju dalam pemilihan gubernur Jawa Barat pada tahun 2008 yang lalu, dan berhasil menuai kemenangan. Lalu Rano Karno yang sukses terpilih sebagai wakil Bupati Tangerang. Kemudian Marissa Haque yang mencalonkan diri sebagai Gubernur Banten pada tahun yang sama, namun harus gagal karena langkahnyayang dihentikan oleh gubernur Banten terpilih Ratu Atut Chosiyah.



Nasib yang sama juga dialami oleh penyanyi dangdut Saipul Jamil yang gagal dalam penyaringan bakal calon wakil walikota serang dari Partai Persatuan Pembangunan. Belum lagi sederet nama selebritis lain yang sekarang duduk di kursi Dewan Perwakilan Rakyat sebagai anggota legislatif, seperti pasangan Adjie Massaid dan Angelina Sondakh, Rachel Maryam, Ikang Fawzi, dan banyak lagi nama selebriti yang lain.

Pencalonan Ayu Azhari sebagai Wakil Bupati Sukabumi ini tak ayal menuai reaksi beragam dari masyarakat, baik dari daerah Sukabumi sendiri maupun secara nasional. Banyak yang meragukan kemampuan seorang Ayu Azhari jika nanti benar-benar terpilih sebagai wakil rakyat. Ada lagi yang tidak setuju dengan pencalonan tersebut lantaran rekam jejak Ayu Azhari yang pada dekade 90an dikenal sebagai artis yang sering berpakaian terbuka dan beberapa kali tertangkap kamera dengan pose yang tidak senonoh. Mereka beranggapan bahwa hal ini tidak selayaknya dilakukan oleh seorang pemimpin yang akan menjadi panutan dan contoh bagi para warganya. Kemudian mereka yang mendukung pencalonan tersebut beralasan bahwa setiap warga negara berhak untuk memilih dan dipilih dalam pemilihan langsung kepala daerah. Jadi tidak ada alasan untuk menolak seseorang dari kalangan manapun untuk maju dalam pemilihan umum.
Terlepas dari kontroversi yang menyertainya, ada beberapa hal yang patut untuk menjadi bahan introspeksi bagi siapapun yang akan memutuskan untuk mencalonkan diri dalam pemilihan kepala daerah, termasuk selebritis. yaitu :

1. Orang tersebut harus mengenal daerah yang akan dipimpinnya
Seorang pemimpin harus memahami seluk beluk daerah yang dipimpinnya. Kalaupun dia tidak berdomisili di daerah tersebut, paling tidak dia harus memahami apa saja hal yang perlu dilakukan untuk memajukan daerah tersebut. Sektor-sektor mana saja yang urgent untuk dibangun dan dikembangkan untuk memajukan perekonomian dan kesejahteraan warga daerah tersebut

2. Orang tersebut sebaiknya berpengalaman dalam bidang politik
Orang bilang pengalaman adalah guru yang paling baik. Dengan pengalaman yang dimiliki seorang calon pemimpin, maka akan lebih mudah pulalah dia dalam menganalisis segala permasalahan yang membelit suatu daerah. Dan dengan pengalaman itu pulalah ia akan lebih mampu untuk mencari solusi terbaik untuk meneyelesaikan masalah di daerah yang dipimpinnya.

3. Orang tersebut harus kapabel dan memiliki kecakapan dalam memimpin
Ada beberapa pemimpin yang begitu disegani karena wibawa dan kaharisma yang dimilikinya, namun hal ini juga akan tidak berarti apa-apa jika orang terbut tidak memiliki kemampuan dan skill yang memadai untuk menjadi pemimpin.

Nampaknya kontroversi artis yang menjadi politisi akan terus menjadi perbincangan selama para artis atau selebriti yang berpolitik tersebut tidak memberikan bukti yang nyata mengenai keberhasilan mereka selama terjun di dunia poltik.
Ingat kata pepatah don’t judge a book from its cover? Ya, lebih baik berbaik sangkalah kepada mereka (artis) yang terjun di dunia politik. Kita tidak akan pernah tahu kemampuan seseorang sebelum diuji di lapangan, bukan? Anggap saja dunia politik adalah semacam Kawah Candradimuka dimana kemampuan dan kecakapan memimpin seorang selebriti benar-benar diuji. Let the time reveals it. Biarkan waktu yang menjawab. Mana artis yang memang memiliki kemampuan untuk memimpin dan mana yang tidak. Toh hasil akhirnya akan kembali kepada kita sebagai pemilih. Bukan begitu?

salam.
Dan kau pun semakin Tahu

Dimas A.F D2C007022

Referensi

http://www.republika.co.id/berita/97850/Ayu_Azhari_Calon_Wakil_Bupati_Sukabumi
http://www.inilah.com/berita/celah/2008/04/30/25852/artis-politik/
http://cybertainment.cbn.net.id/UserFiles/Image/cybertainment/showbiz%20news5/coblosartis.jpg

Minggu, 27 Desember 2009

Rabu, 21 Oktober 2009

Sok TAHUnya dimas aja nih..

dari forum KL::;

Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada? Apakah kejahatan itu ada?
Apakah
Tuhan menciptakan kejahatan? Seorang Profesor dari sebuah universitas
terkenal menantang mahasiswa-mahasiswanya dengan pertanyaan ini,
"Apakah
Tuhan menciptakan segala yang ada?".

Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, "Betul, Dia yang menciptakan
semuanya". "Tuhan menciptakan semuanya?" Tanya professor sekali lagi.
"Ya,
Pak, semuanya" kata mahasiswa tersebut.

Profesor itu menjawab, "Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti
Tuhan
menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip
kita
bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi
bahwa
Tuhan itu adalah kejahatan."

Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor
tersebut.
Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia
telah membuktikan kalau agama itu adalah sebuah mitos.

Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, "Profesor, boleh saya
bertanya
sesuatu?"

"Tentu saja," jawab si Profesor

Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, "Profesor, apakah dingin itu ada?"

"Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Kamu tidak
pernah
sakit flu?" Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.

Mahasiswa itu menjawab, "Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada.
Menurut
hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu
-460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi
diam
dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata
dingin
untuk mendeskripsikan ketiadaan panas.

Mahasiswa itu melanjutkan, "Profesor, apakah gelap itu ada?"

Profesor itu menjawab, "Tentu saja itu ada."

Mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi anda salah, Pak. Gelap itu juga
tidak
ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita
pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk
memecahkan
cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang
gelombang
setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu
ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut.
Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya."

Akhirnya mahasiswa itu bertanya, "Profesor, apakah kejahatan itu ada?"

Dengan bimbang professor itu menjawab, "Tentu saja, seperti yang telah
kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak
perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara
tersebut
adalah manifestasi dari kejahatan."

Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi Anda
salah,
Pak. Kajahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan.
Seperti
dingin atau gelap, kajahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk
mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kajahatan.
Kajahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan dihati manusia.
Seperti
dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari
ketiadaan
cahaya."

Profesor itu terdiam.

Minggu, 18 Oktober 2009

each person must have a favorite moment in their own life.and the best m0ment in my life is when I was still awake when clock is showing 23:59.
yes .. dont know why.yang certainly when I was still awake when others are lulled yangg there mimpi.seolah flows yangg bloodstream faster than the heart and flows throughout the body 02. peace. close with him. safe. comfortable.
maybe because I was too embarrassed by the din of the world so I need a few minutes in the kesunyian.merenungi night like this? or ...

ah.have a nice dream!

The Beatles, Inspiration of all tima

Ground music world seemed to be experiencing the most rapid growth lately / especially with the emergence of new bands / of course added to the rich storehouse of musical Indonesia / / Well .. talking about the band / sure we will always remember with a British music group / The Beatles / / Yes! / chapters of The Beatles is a pioneer in the birth of a musical group in addition to singing / playing a musical instrument is also to accompany their own songs / /

The Beatles is one of the rock band the earliest and most influential in the modern era / / Formed in Liverpool in 1959 with the formation / John Lennon / Paul Mc Cartney / and George Harrison on Vocals and Guitar / and Stuart Sutcliffe on bass / with the name " The Quarrymen "/ / Until then had changed its name several times / include /" Johnny and the Moondogs' / and then to "Long John and The Beetles" / until it became "The Beatles" in 1960 / / Pete Best joined the group This / to fill the position as the drummer / in August 1960 / /

The Beatles then active as a band filler / at Bruno Koschmider's Indra Club / in Hamburg / Germany / / Soon / Stuart Sutcliffe / resigned / and married Astrid Kircherr / and died in 1962 / by bleeding in the brain / / Continue until the year 1962 / Pete Best left the Beatles / and its position was replaced by Richard Starkey / aka Ringo Starr / /

Manager of The Beatles / Brian Eipstein / Beatles' first introduction to the many requests by record buyers at the music store / / Originally / Brian tried to offer the Beatles to Decca Records / major label record company at that time / but it fails / / Decca Management argues that guitar music group already past their tenarnya / / Brian was finally able to get an audition for them at a record label / Parlophone / are true is the label for the radio broadcast / / George Martin / manager Parlophone / agreed to and then began recording for the first album is titled The Beatles / " Please Please Me "/ / The song" Please Please Me "/ and" Love Me Do "/ is the mainstay for the album / /

With the four remaining personnel / The Beatles continue to work / / Until the end tanhun 1970 / rock band has spawned 12 albums / singles with dozens of hits that ruled the charts in England / and around the world / / That is Please Please Me and With the Beatles in 1963 / A Hard Day's Night and Beatles for Sale at 1964 / Help! And the 1965 Rubber Soul / Revolver (1966) / Sgt. Pepper's Lonely Hearts Club Band (1967) / The Beatles "The White Album" (1968) / Yellow Submarine and Abbey Road in 1969 / and final / Let It Be, released in 1970 / /
Addition / recorded 25 hits singles who hatched this group in the UK alone / and dozens more around the world / / in between dozens of singles / "PS I Love You" / "Ticket to Ride" / "We Can Work It Out" /
"Yellow Submarine" / "Eleanor Rigby" / "All You Need Is Love" / "Come Together" / "Let It Be" / "Here, There and Everywhere" / /

Often time / success of the Beatles began the verge of collapse in 1970 / / Starting with Mc Cartney lack fulfillment in their producer / Phil Spector / Mc Cartney and then released a solo album of his self-titled / /

On 10 April 1970 / or the week before the release of his solo album / Mc Cartney announced to the public / about the divisions within the band / / And finally / at 31 December 1970 / The Beatles officially ended their career together / /

The Beatles are one of the band's most commercially successful in the history of popular music / since sold more than a billion records internationally / / Music they be an inspiration for many bands around the world / / style dress / hair and they become trendsetters among young people in his time / / Until now / so much for the faithful to be "Beatlesmania" / title for fans of The Beatles / /

According to the Recording Industry Association of America / The Beatles have sold more albums in the United States / compared to other bands / / In the year 2004 / Rolling Stone magazine placed the Beatles as ranking number one in the list of 100 Greatest Artists of All Time / / According to the same magazine / music of The Beatles innovative / and their influence on pop culture is still clear to this day / / At 2008 / Billboard magazine issued a list of Hot 100's best selling history / and the Beatles were on the order of the Top / /

Source Reference:

http://id.wikipedia.org/wiki/The_Beatles

http://en.wikipedia.org/wiki/The_Beatles

http://selebriti.kapanlagi.com/the_beatles/

http://en.wikipedia.org/wiki/The_Beatles_discography

Give Thanks to ALLAH, By Zain Bikha

Give thanks to Allah,
for the moon and the stars
prays in all day full,
what is and what was
take hold of your iman
dont givin to shaitan
oh you who believe please give thanks to Allah.
Allahu Ghofur Allahu Rahim Allahu yuhibbul Muhsinin,
hua Khalikhuna hua Razikhuna wa hua ala kulli syai'in khadir

Allah is Ghofur Allah is Rahim Allah is the one who loves the Mohsinin,
he is a creater, he is a sistainer and he is the one who has power over all.

Give thanks to Allah,
for the moon and the stars
prays in all day full,
what is and what was
take hold of your iman
dont givin to shaitan
oh you who believe please give thanks to Allah.

Allah is Ghofur Allah is Rahim Allah is the one who loves the Mohsinin,
he is a creater, he is a sistainer and he is the one who has power over all

Did God Create Evil?

from forum KL::;

Did God create everything that exists? Does evil exist?
Whether
God create evil? A professor from a university
famous challenged his students with this question,
"Is
God created everything? ".

A student bravely replied, "Yes, He who created the
everything "." God created everything? "Ask the professor once again.
"Yes,
Sir, all "the student said.

The professor replied, "If God created everything, then
God
create a Crime. Because evil exists, and according to the principle
we
that our work is to explain who we are, so we can assume
that
God is evil. "

Students were silent and could not answer the professor's hypothesis
it.
Professor's sense of triumph and boast that he once again
has proved that religion is a myth.

Another student raised his hand and said, "Professor, may I
ask
something? "

"Certainly," replied the Professor

The student stood up and asked, "Professor, does cold exist?"

"What kind of question is that? Of course cold exists. You do not
never
got the flu? "Ask the professor of other students laughing.

Student replied, "In fact, sir, cold does not exist.
According
laws of physics, which we consider cold is the absence of heat. Temperature
-460F is the lack of heat at all. And all the particles become
shut up
and can not react to temperature. We created the word
cool
to describe the absence of heat.

The student continued, "Professor, does darkness exist?"

The professor answered, "Of course it is."

Student replied, "Once again you are wrong, sir. Darkness was also
no
there. Dark is the situation where there is no light. Light can we
learn, not dark. We can use Newton's prism to
solve
light into many colors and study the various long
wave
each color. But you can not measure darkness. How dark a
room is measured by how much the intensity of light in the room.
Dark words used to describe the absence of human light. "

Finally, students were asked, "Professor, does evil exist?"

Professor hesitantly replied, "Of course, as has
I said before. We see every day in newspapers and TV. Many
crime and violence among men. Cases
the
is a manifestation of evil. "

This statement of the student replied, "Once again you
wrong,
sir. evil was not there. Evil is the absence of God.
Like
cold or dark, evil is the word used for human
describe the absence of God. God did not create evil.
evil is the result of the absence of God's love in heart of human.
Like
cold arising from the lack of heat and darkness arising from
absence
of light. "

Professor was silent.